JAKARTA – Bocoran harga Galaxy Watch9 dan Galaxy Watch Ultra 2 akhirnya terkonfirmasi menjelang peluncuran resminya.
Samsung dijadwalkan mengumumkan generasi terbaru smartwatch andalannya ini dalam ajang Galaxy Unpacked yang akann digelar di London pada 22 Juli 2026, bersamaan dengan debut Galaxy Z Fold8 dan Galaxy Z Flip8. Menariknya, kali ini bukan sekadar penyegaran spesifikasi biasa.
Samsung dilaporkan menghadirkan chipset baru, kapasitas baterai yang melonjak signifikan pada varian Ultra, hingga dukungan konektivitas Bluetooth generasi terkini.
Kabar ini pertama kali diungkap oleh sumber tepercaya WinFuture dan Billbil-kun, dua bocor tangan yang selama ini dikenal akurat dalam membongkar detail produk Samsung sebelum peluncuran resmi.
Informasi harga tersebut kemudian dikonfirmasi ulang oleh sejumlah media teknologi internasional, termasuk Notebook check, PC Guide, dan Smartwatch Insight, sehingga tingkat kepercayaan terhadap kebocoran ini tergolong tinggi menjelang hari-H peluncuran.
Kenaikan Harga Galaxy Watch9 dan Watch Ultra 2 Jadi Sorotan Utama
Salah satu poin paling menarik dari bocoran ini adalah kenaikan harga di seluruh varian, tanpa terkecuali. Berbeda dari perkiraan awal sejumlah analis yang berharap Samsung mempertahankan banderol seperti generasi sebelumnya, kenyataannya seluruh lini Galaxy Watch9 dan Galaxy Watch Ultra 2 mengalami kenaikan harga antara €30 hingga €50 dibandingkan Galaxy Watch8 dan Galaxy Watch Ultra generasi pertama.
Berikut rincian harga resmi yang bocor untuk pasar Eropa:
- Galaxy Watch9 40mm Bluetooth: €409
- Galaxy Watch9 40mm Bluetooth + 4G: €459
- Galaxy Watch9 44mm Bluetooth: €439
- Galaxy Watch9 44mm Bluetooth + 4G: €489
- Galaxy Watch Ultra 2 47mm Bluetooth + 4G: €749
Sebagai perbandingan, Galaxy Watch8 sebelumnya dibanderol mulai $349 untuk varian Bluetooth 40mm, sementara Galaxy Watch Ultra generasi pertama dijual mulai $649. Artinya, kenaikan harga pada Galaxy Watch Ultra 2 mencapai sekitar tujuh persen, sedangkan lini Watch9 reguler naik sekitar delapan hingga sepuluh persen tergantung varian ukuran dan konektivitasnya.
Menariknya, Samsung dilaporkan tidak lagi menyediakan varian non-LTE untuk Galaxy Watch Ultra 2, berbeda dari lini Watch9 reguler yang tetap menawarkan pilihan Bluetooth-only maupun Bluetooth plus 4G. Keputusan ini mengindikasikan Samsung ingin memosisikan Ultra 2 secara lebih tegas sebagai perangkat premium tanpa kompromi konektivitas.
Snapdragon Wear Elite: Lompatan Chipset Terbesar Sejak Beralih dari Exynos
Dari sisi dapur pacu, perubahan paling signifikan pada generasi ini adalah rencana Samsung beralih dari chipset Exynos W1000 ke Qualcomm Snapdragon Wear Elite, chip 3 nanometer yang sebelumnya diperkenalkan Qualcomm dalam ajang Mobile World Congress (MWC) 2026.
Meski sebagian sumber, termasuk laporan dari Notebook check, menyebutkan kemungkinan varian reguler Galaxy Watch 9 tetap mempertahankan Exynos W1000, mayoritas bocoran termasuk dari Win future dan Sammy Fans menyebutkan kedua model generasi terbaru ini akan sama-sama mengusung chipset Snapdragon terbaru tersebut.
Peralihan ini diperkirakan membawa dampak signifikan pada dua aspek utama:
- Efisiensi daya yang lebih baik, memungkinkan performa lebih tinggi tanpa menguras baterai secara drastis.
- Kemampuan AI on-device yang lebih matang, mendukung fitur kesehatan dan kebugaran berbasis kecerdasan buatan yang diproses langsung di perangkat tanpa bergantung pada cloud.
Eksekutif Samsung yang membidangi strategi teknologi mobile, InKang Song, bahkan secara terbuka menyebutkan bahwa chipset baru ini akan menjadikan "Galaxy Watch generasi berikutnya" sebagai pendamping kesehatan (wellness companion) yang lebih baik.
Meski demikian, pernyataan tersebut sengaja tidak menyebut nama model secara spesifik, sehingga sempat memicu spekulasi berkepanjangan di kalangan pengamat gadget mengenai model mana saja yang benar-benar mendapatkan chipset baru ini.
Baterai Jumbo Galaxy Watch Ultra 2: Jawaban atas Keluhan Pengguna
Jika ada satu aspek yang paling dinanti dari Galaxy Watch Ultra 2, itu adalah kapasitas baterai. Generasi pertama Galaxy Watch Ultra kerap dikritik karena daya tahan baterainya yang hanya bertahan satu hingga dua hari bagi pengguna dengan intensitas pemakaian tinggi, jauh dari ekspektasi ideal sebuah jam tangan pintar kelas "Ultra" yang seharusnya mampu menemani aktivitas ekstrem dalam durasi lebih panjang.
Menjawab keluhan tersebut, bocoran terbaru dari Smartwatch Insight menyebutkan kapasitas baterai Galaxy Watch Ultra 2 melonjak menjadi sekitar 800 mAh, naik sekitar 35 persen dibandingkan baterai 590 mAh pada model generasi pertama.
Peningkatan ini digadang-gadang menjadi upgrade paling signifikan pada lini Ultra, bahkan lebih terasa dampaknya dibandingkan pergantian chipset itu sendiri.
Sementara itu, untuk lini Galaxy Watch9 reguler, peningkatan baterai tidak setegas Ultra 2. Berdasarkan catatan generasi sebelumnya, Galaxy Watch8 44mm menggunakan baterai 435 mAh dan varian 40mm sebesar 325 mAh, mampu bertahan sekitar 30 jam dengan mode always-on display aktif.
Untuk Galaxy Watch 9, sejumlah sumber memperkirakan peningkatan baterai pada varian 44mm relatif tidak signifikan, sementara varian 40mm berpotensi mendapat sedikit perbaikan kapasitas.
Layar Lebih Terang: Watch Ultra 2 Bidik Keunggulan Apple Watch Ultra
Selain baterai, sektor layar juga mendapat perhatian khusus pada Galaxy Watch Ultra 2. Bocoran terbaru menyebutkan tingkat kecerahan layar Ultra 2 akan mencapai 5.000 nits, naik tajam dari perkiraan awal yang hanya menyebut angka 4.000 nits.
Peningkatan kecerahan ini tampaknya menjadi respons langsung Samsung terhadap salah satu keunggulan utama Apple Watch Ultra, yang selama ini dikenal unggul dalam hal visibilitas layar di bawah sinar matahari langsung.
Untuk lini Galaxy Watch 9 reguler, spesifikasi layar diperkirakan tidak banyak berubah dari generasi sebelumnya, dengan kemungkinan tetap mempertahankan ukuran layar 1,47 inci untuk model 44mm dan 1,34 inci untuk model 40mm, mengikuti standar kecerahan smartwatch industri yang berkisar di angka 3.000 nits.
Dukungan Bluetooth Generasi Baru dan Konektivitas Modern
Sesuai judul bocoran yang beredar, salah satu pembaruan penting generasi ini adalah dukungan Bluetooth 6.0 pada seluruh lini Galaxy Watch9 dan Watch Ultra 2, meningkat dari versi Bluetooth sebelumnya yang digunakan pada Galaxy Watch8.
Peningkatan ini diklaim akan memberikan koneksi nirkabel yang lebih stabil, hemat daya, dan minim gangguan dibandingkan generasi sebelumnya.
Selain Bluetooth 6.0, laporan dari Win future yang dikutip sejumlah media turut menyebutkan potensi dukungan berikut:
- Dual-band Wi-Fi untuk koneksi yang lebih stabil, meski belum dipastikan apakah sudah menggunakan standar Wi-Fi 6 atau masih bertahan di Wi-Fi 5.
- NFC untuk pembayaran nirkontak, melanjutkan dukungan Samsung Pay yang telah menjadi standar pada lini Galaxy Watch sebelumnya.
- RAM 2GB pada kedua model, dengan penyimpanan internal 32GB untuk Galaxy Watch9 dan 64GB untuk Galaxy Watch Ultra 2 — dua kali lipat dibandingkan pendahulunya.
Desain dan Pilihan Warna: Evolusi, Bukan Revolusi
Dari sisi desain, kebocoran render dari OnLeaks dan Android Headlines mengonfirmasi bahwa Samsung tidak melakukan perubahan drastis pada tampilan fisik kedua model.
Filosofi desain squircle yang telah menjadi ciri khas Galaxy Watch8 dan Ultra generasi pertama tetap dipertahankan, dengan penyesuaian minor pada detail bodi.
Berikut pilihan warna yang bocor untuk masing-masing model:
- Galaxy Watch9: tersedia dalam warna Cream, Graphite, dan Silver, dengan pilihan ukuran 40mm dan 44mm.
- Galaxy Watch Ultra 2: hadir dalam warna Titanium Silver dan Titanium Black, mempertahankan kesan premium dan tangguh khas lini Ultra.
Kabar mengejutkan lainnya, mayoritas bocoran menyebutkan kemungkinan besar Samsung tidak akan menghadirkan varian Galaxy Watch9 Classic pada generasi ini, melanjutkan tren peniadaan model Classic yang sebelumnya juga terjadi di beberapa generasi terakhir.
One UI 9 Watch dan Fokus AI Kesehatan Tanpa Cloud
Dari sisi software, kedua smartwatch baru ini akan berjalan di atas One UI 9 Watch berbasis Wear OS 7. Pembaruan yang paling ditekankan Samsung adalah fitur kesehatan dan kebugaran berbasis AI yang diproses langsung di perangkat (on-device), tanpa memerlukan koneksi cloud untuk analisis data. Pendekatan ini sejalan dengan tren privasi data kesehatan yang semakin diperhatikan konsumen global pada 2026, sekaligus menjadi nilai jual tersendiri di tengah maraknya kekhawatiran terhadap keamanan data pribadi berbasis wearable.
Analisis Tren Pasar Smartwatch Premium 2026
Bocoran harga dan spesifikasi Galaxy Watch9 dan Watch Ultra 2 ini mencerminkan beberapa pola menarik dalam industri wearable premium sepanjang 2026:
- Kenaikan harga menjadi tren global, bukan kasus khusus Samsung. Lini Galaxy Z Fold8 Ultra, Fold8 Wide, dan Flip8 dilaporkan juga mengalami kenaikan harga serupa, mengindikasikan tekanan biaya komponen semikonduktor dan material premium seperti titanium masih membebani struktur biaya produksi Samsung secara keseluruhan.
- Daya tahan baterai menjadi medan pertempuran utama di segmen Ultra. Sama seperti tren pada segmen smartphone flagship, produsen smartwatch kelas atas kini berlomba menghadirkan kapasitas baterai lebih besar tanpa mengorbankan desain, menyusul kritik konsisten dari pengguna terhadap daya tahan generasi sebelumnya.
- Persaingan ketat dengan Apple Watch Ultra mendorong inovasi kecerahan layar. Lompatan kecerahan hingga 5.000 nits pada Watch Ultra 2 menunjukkan Samsung secara eksplisit menyasar keunggulan visibilitas outdoor yang selama ini menjadi andalan kompetitor utamanya di segmen smartwatch rugged premium.
- Migrasi ke chipset Qualcomm menandai pergeseran strategi silikon Samsung. Setelah beberapa generasi mengandalkan chipset Exynos buatan sendiri, potensi migrasi ke Snapdragon Wear Elite menunjukkan Samsung membuka opsi kemitraan silikon demi mengejar efisiensi daya dan performa AI yang lebih kompetitif.
- Privasi data kesehatan menjadi nilai jual strategis. Pendekatan pemrosesan AI kesehatan langsung di perangkat tanpa cloud sejalan dengan meningkatnya regulasi perlindungan data kesehatan digital di berbagai negara, termasuk potensi aturan serupa yang mulai dibahas di kawasan Asia Tenggara.
Tren-tren ini menunjukkan bahwa persaingan smartwatch premium pada 2026 tidak lagi semata soal desain atau jumlah sensor kesehatan, melainkan bergeser ke arah pengalaman pengguna yang lebih holistik: daya tahan baterai nyata, performa chip yang efisien, serta jaminan privasi data yang lebih ketat.
Jadwal Peluncuran dan Ketersediaan Pre-Order
Berdasarkan bocoran yang beredar, berikut linimasa peluncuran Galaxy Watch9 dan Galaxy Watch Ultra 2 yang perlu dicatat calon pembeli:
- 22 Juli 2026: Peluncuran resmi dalam ajang Galaxy Unpacked di London, sekaligus pembukaan masa pre-order mulai pukul 14.00 waktu Inggris.
- 6 Agustus 2026: Ketersediaan resmi di pasar ritel, bersamaan dengan lini Galaxy Z Fold8 dan Z Flip8.
Pre-order dilaporkan akan dibuka melalui kanal resmi Samsung serta mitra ritel seperti Amazon, Currys, dan John Lewis untuk pasar Inggris, dengan kemungkinan pola serupa diterapkan di pasar-pasar utama lain termasuk Asia dan Amerika Serikat.
Kesimpulan dan Saran Praktis bagi Calon Pembeli
Bocoran harga dan spesifikasi Galaxy Watch9 serta Galaxy Watch Ultra 2 menunjukkan bahwa generasi terbaru ini bukan sekadar penyegaran tahunan biasa. Kenaikan harga di seluruh varian memang tidak bisa dihindari, namun diimbangi dengan pembaruan yang cukup substansial: migrasi ke chipset Snapdragon Wear Elite, lompatan baterai signifikan pada Ultra 2, layar lebih terang, serta dukungan Bluetooth 6.0 yang lebih modern.
Berikut beberapa saran praktis bagi pembaca yang berencana membeli salah satu dari kedua smartwatch ini:
- Pengguna Galaxy Watch8 yang mengutamakan daya tahan baterai sebaiknya menunggu Watch Ultra 2 jika memang berencana upgrade ke lini Ultra, karena peningkatan baterai 35 persen adalah nilai tambah paling nyata dan terasa dalam pemakaian harian.
- Pemilik Galaxy Watch8 reguler bisa mempertimbangkan untuk menunda upgrade ke Galaxy Watch9, mengingat peningkatan baterai pada varian 44mm diperkirakan tidak signifikan, sementara kenaikan harga tetap berlaku.
- Manfaatkan periode pre-order pada 22 Juli 2026 untuk kemungkinan mendapatkan bonus atau potongan harga awal, yang biasanya ditawarkan Samsung dalam setiap peluncuran Unpacked.
- Perhatikan kepastian chipset sebelum membeli, khususnya bagi pengguna yang mengutamakan performa AI on-device, karena masih ada ketidakpastian apakah Galaxy Watch9 reguler benar-benar mendapatkan Snapdragon Wear Elite atau tetap menggunakan Exynos W1000.
- Bandingkan dengan alternatif kompetitor, seperti Apple Watch Ultra, terutama bagi pengguna yang mengutamakan kecerahan layar outdoor dan daya tahan baterai ekstrem, sebelum memutuskan platform smartwatch jangka panjang.
Pada akhirnya, keputusan membeli Galaxy Watch9 atau Galaxy Watch Ultra 2 sebaiknya didasarkan pada kebutuhan fungsional nyata—apakah itu daya tahan baterai, performa chip, atau ekosistem kesehatan berbasis AI—alih-alih sekadar mengikuti siklus rilis tahunan Samsung.
Dengan memahami detail bocoran harga dan spesifikasi secara menyeluruh sebelum peluncuran resmi pada 22 Juli 2026, calon pembeli dapat menyusun anggaran dan ekspektasi secara lebih matang begitu unit resmi mulai tersedia di pasaran.
